MENGENAL DUNIA HUKUM (I)

Mempelajari hukum secara lengkap jelas membutuhkan waktu cukup lama. Setidaknya jika disetarakan dengan pendidikan sarjana, minimal 5 tahun. Paling cepat 3,5 tahun. Itupun jika kita dalam kondisi lapang segala-galanya.

Anggaplah kita dalam kondisi terbatas terutama kesempatan dan waktu sehingga tidak memungkinkan mempelajari hukum melalui jalur reguler di bangku kuliah.

Tidak ingin berlama-lama, kita langsung saja ke poin belajar hukum.

HUKUM

Mahkluk apakah ini gerangan?

Sementara ini, lupakan semua pengertian hukum yang dibuat oleh para Profesor  mengingat bahasa mereka tidak selalu mudah dimengerti. Tetapi, kalau pembaca masih penasaran dengan apa yang dikatakan para Profesor Hukum, silahkan mencari di buku-buku kuliah yang berjudul Pengantar Ilmu Hukum. Biasanya buku-buku ini wajib dimiliki oleh mahasiswa semester satu. Jika anda mampu memahaminya, syukur-syukur menikmatinya juga maka itu hal itu akan menjadi nilai tambah pengetahuan hukum untuk langkah-langkah selanjutnya. Jika sebaliknya, apalagi sampai pusing-pusing kepala dan muntah-muntah, jangan malu kembali membaca artikel ini.

Jadi, apa hukum itu? Hukum adalah semua aturan yang diberlakukan di masyarakat, tertulis maupun tidak, mengandung sanksi maupun tidak. Banyak dong? So pasti.

Wujud nyata dari hukum adalah undang-undang, peraturan pemerintah, perjanjian, sopan santun, keputusan, dan lain-lain. Inil juga yang disebut produk hukum. Masing-masing memiliki memiliki daya paksa dan ikat yang beragam, mulai dari yang paling kuat hingga yang sama sekali tidak memiliki daya apapun (himbauan).

Paling kuat daya paksa dan ikatnya adalah produk hukum yang dikeluarkan oleh pemerintah atau setidaknya dikeluarkan berdasarkan produk hukum yang dibuat pemerintah. Jika diurutkan dari yang tertinggi ke rendah, produk hukum keluaran pemerintah ini meliputi UUD’45, TAP MPR, UU, Perpu (peraturan  pengganti undang-undang, PP (peraturan pemerintah), Peraturan Menteri, dan Peraturan Daerah.

CABANG-CABANG HUKUM

Sampai hari ini, hanya dikenal 3 cabang utama di bidang hukum yaitu

1. Hukum Pidana
Cabang hukum inilah yang mengelola kasus-kasus kriminal yang terjadi di masyarakat mulai dari yang biasa saja (pencurian, perampokan, penggelapan, penjambretan, pemerkosaan, penganiayaan, dll) sampai yang luar biasa (korupsi, pelanggaran HAM, money laundry, dll). Tindakan melawan hukum dalam pidana juga dibagi dua yaitu pelanggaran (melawan hukum secara administratif dan ringan seperti pelanggaran lalu lintas, ketertiban, penghinaan, dan lain-lain) serta kejahatan (kriminal).

Dalam hukum pidana, kedudukan para pihak adalah negara (penguasa) berhadapan dengan pelanggar/tertuduh. Dalam hal ini, negara diwakili oleh polisi  dan jaksa atau lembaga-lembaga lain seperti KPK dan Penyidik Perpajakan

Filosofi dari hukum pidana adalah perlindungan terhadap kepentingan masyarakat secara luas sehingga tindakan-tindakan kejahatan selalu dianggap tindakan yang merugikan masyarakat (meskipun dalam beberapa hal memiliki aspek kerugian secara pribadi) dan menjadi keharusan bagi negara/pemerintah (polisi dan jaksa) untuk membela kepentingan masyarakat melalui proses-proses hukum yang telah ditetapkan oleh peraturan perundangan yang berlaku.

Perundangan yang menjadi dasar umum hukum pidana di Indonesia adalah KUHP (kitab undang-undang hukum pidana) dan KUHAP (Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana)-Bersambung-
(Oleh Zazuli M. Hanief, S.H., M.Hum.)

One thought on “MENGENAL DUNIA HUKUM (I)

  1. Oleh karena itu, hukum waris adat banyak dipengaruhi oleh struktur kemasyarakatan atau kekerabatan. Di Indonesia hukum waris mengenal beberapa macam sistem pewarisan. Apa saja? 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>