f-15

MULAI LAGI HOBI MINIATUR MILITER DARI F-15E Strike Eagle

Dari sekian hobi yang ane geluti, hobi mengoleksi miniatur militer adalah salah satu yang masih dijalani. Di mulai ketika kuliah (merakit model kit) namun kemudian off. Tepat ketika beberapa hari menjelang lebaran tiga tahun lalu, ane menemukan diskon mokit (model kit) F-15E Strike Eagle merk Academy yang lumayan gede diskonnya sekitar 30%. Kebetulan rejeki dari sisa THR juga masih cukup. Terlintas dalam benak, kenapa tidak dimulai lagi hobit merakit model kit? Tanpa pikir panjang, si Eagle pun diakuisisi.

Selain model kit, ane juga mengoleksi diecast pesawat tempur. Beda dengan model kit, diecast dibuat dari cor metal yang dicetak sedemikian rupa mengikuti bentuk pesawat tempur tertentu. Bahan metal inilah yang memberikan kesenangan tersendiri untuk dikoleksi karena secara bahan tentu mirip-mirip dengan pesawat tempur aslinya. Bedanya, yang diecast tentu tidak bisa terbang dan menjalankan misi. Yah, namanya juga barang pajangan.

Setelah mokit F-15E Strike Eagle di tangan, langkah selanjut adalah belajar lagi cara-cara merakit model kit karena dulu juga merakitnya asal-asalan saja. Yang penting jadi. Sekarang, dengan teknologi informasi yang relatif sudah sangat maju, mencari-cari informasi menjadi sangat mudah. Ane akhirnya mengorek-ngorek Google dan Youtube. Banyak informasi yang didapat namun semuanya dirasa menyulitkan ane untuk merakit terutama metode standar dalam hobi model kit. Menyulitkan karena jika standar itu diikuti, modal rupiah yang harus disiapkan sangat besar. Misalnya kompresor dan pen brush untuk mengecat, untuk kualitas yang bagus saja setidaknya harus menyediakan dana 3 juta rupiah. Belum cat-cat standar (merk Tamiya, Mr. Hobby, Humbrol, dan lain-lain) yang harganya membuat mata melotot. Ini belum lem, dempul, dan lain-lain yang dikeluarkan juga oleh produsen-produsen model kit dan harganya tetep saja bikin melotot.

Melihat kondisi perhobian model kit seperti di atas, ane kemudian berupaya untuk menemukan cara-cara murah karena prinsip hobi adalah senang-senang. Jadi, segala hal yang menghalagi ‘senang-senang’ seperti biaya harus bisa diakali agar keinginan ‘senang-senang’ tidak berbalik menjadi siksaan.

Singkat cerita, bahan-bahan perakitan mulai dicari dan dikumpulkan. Tanya sana-sini terkumpulah cat dasar putih (phylox 102), cat abu tua (phylox 109), dempul Ishamu, dan Showman drawing pen 0.1 mm (untuk membuat panel line). Bahan-bahan in sangat mudah di dapat. Hampir di setiap toko material tersedia. Khusus untuk Phylox, ane selalu mencari di Toko Iron (Jl. Suniaraja 1, Bandung) dengan alasan harganya murah dan lengkap koleksinya.

Pekerjaan pertama tentu ngerjain tempat duduk pilot dan copilotnya (cockpit). Setelah itu lanjut dengan lain-lain (biar singkat nulisnya hehehe…) seperti exhaust (Ini yg paling susah karena kecil-kecil bagiannya), bodi, sirip tegak, hingga si roda bulat (yang bisa digoreng dadakan. Hihihi…).

Bodi F-15 dicat menggunakan phylox abu tua dengan kode 109. Ini sebenarnya jenis yang glossy. Tapi ane pingin tampil doff. Nah, secara iseng ane coba ngecat dengan jarak sekitar 20 cm – 25 cm. Tepat, hasilnya kualitas cat menjadi doff dan cenderung agak kasar. Sebaliknya, jikan ingin sifat glossy nya keluar, semprotlah dengan jarang sekitar 10 cm.

Setelah bodi beres, dilanjut dengan membuat panel line. Caranya sederhana saja. Berbekal Drawing Pen Snowman 0.1, garis-garis dibodi ane gores satu persatu. Sedikit demi sedikit sambil digosok pake jempol. Mudah kan? Dari trik ini ane mendapatkan panel line yg tipis-tipis. Ini yang ane suka karena menimbulkan kesan dramatis pada pesawat tempur yang terkenal combat proven ini. Aslinya sih, panel line pesawat ini gak kelihatan-kelihatan amat. Tapi karena filosofi kegiatan modeler adalah kreatifitas dan kesenangan, sah-sah saja yang tidak ada diada-adain. Yang penting rame.

Bagian paling susah adalah merakit yang keci-kecil dan rumit seperti pitot dan exhaust. Academy sebenarnya menyediakan exhaust versi yang tidak perlu dirakit. Tapi karna ane penasaran, ane rakitlah bagian exhaust berupa batangan dengan panjang 1cm dan diameter sekitar 0.5mm. Yah, selesai juga  bagian ini meskipun kualitasnya sangat memprihatinkan. Maklum, baru coba-coba ngekit lagi.

Berikutnya, muncul problem lepas dan hilangnya decal pada sayap vertikal maupun bagian lainnya. Decal yang begitu kecil terlepas dan terhempas entah di mana menjadi hal menjengkelkan berikutnya. Sempat terpikir untuk mencari di after market. Tapi setelah direnungkan, kenapa nggak bikin sendiri karena secara skill, ane juga menguasai ketrampilan desain menggunakan CorelDRAW dan Photoshop. Berikutnya adalah mencari kertas decal. Singkat cerita, ini menjadi langkah pertama dalam dunia pembuatan kertas decal. Meskipun tidak terlalu memuaskan, decal jadi dan siap diaplikasikan.

Singkat cerita, selesailah F-15e Strike Eagle dari Academy ini dirakit. Namun ane masih merasa belum pas karena penampilannya terasa kering. Untuk itu, muncul ide membuat diorama yang sederhana. Setelah browsing ke sana ke mari, ketemulah inspirasi yang menarik yaitu membuat beberapa desain yang dicetak di atas kertas decal dan ditempel di papan kayu sehingga penampilan F-15e dalam gaya terbang ini menjadi ‘lebih bernilai’, kata seorang teman.

4 thoughts on “MULAI LAGI HOBI MINIATUR MILITER DARI F-15E Strike Eagle

Leave a Reply to Phiko Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>